Webinar Mitigasi Kekeringan: BRMP Agroklimat Perkuat Adaptasi Pertanian
Bogor, 7 Mei 2026 — Kepala BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, Dr. Rima Purnamayani, S.P., M.Si., hadir sebagai narasumber dalam Webinar Ngopi Vol. 7 yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan pada Kamis, 07 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan sektor pertanian menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya ancaman kekeringan.
Mengangkat tema “Badai Kekeringan di Depan Mata: Apa yang Harus Petani Lakukan?”, webinar ini membahas berbagai tantangan sektor pertanian akibat fenomena perubahan iklim global, khususnya ancaman kekeringan yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman pangan. Dalam paparannya, Dr. Rima menjelaskan keterkaitan fenomena iklim regional seperti El Nino, La Nina, dan Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap pola curah hujan di Indonesia.
Disampaikan pula bahwa strategi Climate Smart Agriculture (CSA) menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi risiko kekeringan di sektor pertanian. Pendekatan CSA mengintegrasikan langkah adaptasi dan mitigasi melalui penerapan inovasi teknologi pertanian yang ramah iklim, efisien, dan berkelanjutan.
Beberapa strategi yang direkomendasikan antara lain penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) toleran kekeringan, percepatan olah tanah, pengelolaan air yang lebih efisien, serta penerapan pola tanam sesuai rekomendasi Kalender Tanam (KATAM). Informasi rekomendasi tanam tersebut dapat diakses melalui platform KATAM Terpadu guna membantu petani menentukan waktu tanam yang tepat berdasarkan kondisi iklim terkini.
Selain membahas mitigasi kekeringan, webinar juga menyoroti fenomena peningkatan suhu global yang semakin nyata dari tahun ke tahun. Kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa sektor pertanian perlu semakin adaptif terhadap dinamika perubahan iklim agar produktivitas dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga.
Kolaborasi antara BRMP Agroklimat dan pemerintah daerah ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas petani menghadapi tantangan iklim. Melalui transfer pengetahuan, inovasi teknologi, dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan petani semakin siap menerapkan praktik pertanian adaptif demi menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan diseminasi informasi iklim pertanian kepada masyarakat luas agar semakin memahami pentingnya langkah mitigasi dan adaptasi dalam menghadapi ancaman perubahan iklim global.